Selasa, 12 Maret 2013

Daur Ulang Sampah Plastik



Peluang bisnis sebenarnya selalu ada di depan kita. Namun, , untuk menemukannya diperlukan kejelian insting bisnis, dan tentu saja kreativitas. Salah satu contoh adalah peluang bisnis pemanfaatan dan pengolahan sampah. Ya, sampah yang setiap hari kita hasilkan dan kita buang begitu saja sampai memenuhi tong sampah di rumah.
Tas Limbah Plastik
Selain turut berkontribusi menyelesaikan masalah sampah, bisnis pengolahan dan pemanfaatan sampah juga terbukti memiliki peluang cukup besar bagi siapa saja yang mau menekuninya.
Pertama-tama tentu kita harus mengesampingkan urusan gengsi, karena bisnis sampah dianggap rendah, jorok, dan bahkan memalukan. Padahal, yang lebih memalukan adalah bisnis kotor para pejabat yang menyalahgunakan kuasa. Bisnis sampah adalah halal dan sama sekali tidak perlu membuat pelakunya malu. Bahkan, seorang kepala sekolah di pinggiran Jakarta pun tak malu menjadi pemulung sampah sebagai bisnis sampingan untuk menutup kekurangan gajinya sebagai guru dan kepala sekolah. Dan dengan bisnis itu dia bisa hidup cukup.
bingkaibisnis4 1Jika menjadi pemulung masih membuat Anda kehilangan gengsi, ada solusi lain dari bisnis sampah. Jadilah produsen tas dari sampah plastik yang tak bisa di daur ulang. Contoh sukses pengolahan sampah plastik menjadi tas yang modis dan keren antara lain bisa kita dapatkan dari Nurhayati, seorang ibu rumah tangga di Pati, Jawa Tengah. Tas produksi Nurhayati berbahan sampah sachet plastik bekas apa saja yang dipilah berdasarkan pola dan warna, kemudian dipadukan dalam satu desain yang indah dan menarik.
Caranya cukup dengan memilah-milah sampah plastik hingga terlihat sendiri paduan warna dan pola yang menarik. Setelah itu baru diterapkan pada kain dan kemudian dijahit sesuai model yang diinginkan atau model yang sedang tren. Jadilah tas plastik keren produksi Nurhayati. Bagaimana pemasarannya? Nurhayati tidak melakukan strategi khusus. Dia berjualan secara tradisional saja, cukup dari mulut tetangga ke tetangga lainnya, dari satu pelanggan ke pelanggan lain. Harga tas produksinya juga tak mahal, mulai dari 5.000 rupiah untuk ukuran dompet sampai di atas 15.000 rupiah untuk tas ukuran besar. Dari bisnis ini Nurhayati bisa menghidupi keluarga dan mempekerjakan dua karyawan.
Produk Lain
Selain tas dari sampah plastik, masih banyak bentuk lain yang bisa diproduksi dari bahan sampah plastik ini. Asal mau kreatif, kita bisa membuat produk lain seperti kotak tisu, hiasan dinding berupa lukisan plastik, tempat pensil, atau pernik-pernik lain yang bahan dasarnya tetap memanfaatkan dan mengolah sampah plastik. Bayangkan saja sebuah lukisan plastik yang dibingkai sederhana akan menjadi penghias rumah yang menarik. Apalagi bila kita kreatif mendesain dan merangkainya.
Tidak perlu modal apa pun untuk memulai bisnis ini. Cukup mulai dengan mengumpulkan dan mengakrabi. Mulai dengan mengumpulkan sampah di rumah sendiri, lalu di rumah tetangga, rumah saudara, hingga rumah teman. Sampah plastik sangat banyak tersedia di setiap rumah, jadi pasti tidak sulit mendapatkannya. Setelah terkumpul, mulailah dengan membuat sebuah tas. Selanjutnya, tawarkan kepada teman, kerabat, atau tetangga. Cukup dengan begitu, Anda sudah mulai menjadi pengusaha pemanfaatan dan pengolahan sampah plastik. *
(Rubrik Bingkai Bisnis, 04 April 2011)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar